Menyambung Nyawa Melalui Samudra: Menyibak Ketahanan Nelayan di Tengah Pandemi

REDAKSI 21 04 Agustus 2021 18:16:44 WIB

BANJAREJO (SIDA) Tercatat memiliki luas lautan sebesar 3,25 juta kilometer persegi serta jumlah pulau sebanyak 17.499, agaknya bukan sebuah kebetulan mengapa Indonesia memiliki julukan sebagai ‘Poros Maritim Dunia.’Kita dapat memahami bahwa sektor maritim telah memainkan peran krusial dalam berbagai aspek perkembangan dan dinamika yang mewarnai sejarah Indonesia. Kondisi geografis Indonesia yang didominasi oleh laut dan kepulauan (archipelagic state) memberikan dampak sosio-ekonomi yang sangat jelas kepada penduduknya untuk menggantungkan mata pencaharian mereka kepada laut dan sumberdaya yang terkandung didalamnya. Oleh karenanya, tidaklah mengherankan apabila nelayan menjadi salah satu pilihan profesi bagi masyarakat Indonesia, khususnya yang berada di daerah-daerah pesisir. Namun dalam konteks ini, agaknya dapat ditemukan sebuah ironi yang cukup mengherankan mengingat kondisi Indonesia sebagai negara maritim, yaitu tingkat kesejahteraan nelayan Indonesia yang jauh dari kata tinggi.

Mengapa tingkat kesejahteraan nelayan sebagai aktor utama dalam bidang kemaritiman masih rendah? Bagaimana nelayan melalui hal tersebut?

Baca selengkapnya di artikel berikut!

Dokumen Lampiran : Menyambung Nyawa Melalui Samudra: Menyibak Ketahanan Nelayan di Tengah Pandemi


Belum ada komentar atas artikel ini, silakan tuliskan dalam formulir berikut ini

Formulir Penulisan Komentar

Nama
Alamat e-mail
Kode Keamanan
Komentar
 

Pencarian

Komentar Terkini

Media Sosial

FacebookTwitterInstagram

Statistik Kunjungan

Hari ini
Kemarin
Pengunjung